Pola Penipuan di Iklan Baris dan Cara Menghindarinya

Diperbarui 23 September 2026 · 4 menit baca

Penipuan lewat iklan baris hampir selalu mengikuti pola yang sama, dan pola itu jarang berubah karena memang masih berhasil. Yang membuatnya berhasil bukan kecanggihan, melainkan tekanan waktu: korban diminta memutuskan cepat, sebelum sempat memeriksa.

Berikut pola yang paling sering muncul, beserta tanda pengenalnya.

1. Harga jauh di bawah pasar

Ini pintu masuk hampir semua penipuan. Mobil yang di tempat lain dua ratus juta ditawarkan seratus dua puluh juta. Ponsel keluaran terbaru sepertiga harga resmi. Rumah di kawasan mahal dengan harga kawasan pinggiran.

Alasannya selalu terdengar masuk akal dan selalu mendesak: pemiliknya pindah ke luar negeri minggu depan, butuh dana cepat untuk berobat, barang sitaan lelang, atau "barang kantor yang harus segera dihabiskan".

Aturannya sederhana: sebelum tertarik, buka tiga sampai lima iklan barang serupa dan lihat rentang harganya. Kalau satu iklan berada jauh di luar rentang itu, yang perlu Anda cari bukan alasan mengapa murah, melainkan alasan mengapa iklan itu ada.

2. Uang muka untuk barang yang belum pernah Anda lihat

Polanya: penjual mengaku berada di kota lain, bersedia mengirim barang, tetapi meminta transfer sebagian lebih dulu "sebagai tanda jadi" atau "untuk biaya pengiriman". Setelah transfer pertama masuk, muncul biaya baru — asuransi, pajak, biaya bea cukai, denda tertahan di gudang — masing-masing dengan janji bahwa ini yang terakhir.

Ciri khasnya adalah biaya yang bertambah setelah pembayaran pertama. Penjual yang sah tidak menemukan biaya baru di tengah jalan.

Aturannya: untuk barang bekas, bertemu langsung tetap cara teraman. Kalau benar-benar harus jarak jauh, pakai layanan rekening bersama dari platform yang menahan dana sampai barang diterima, dan jangan pernah mengirim ke rekening pribadi atas nama yang berbeda dari penjualnya.

3. Penipuan berkedok kurir dan tautan pembayaran

Korban menerima pesan WhatsApp berisi berkas APK ("resi pengiriman", "foto paket") atau tautan yang menyerupai halaman pembayaran bank. Berkas APK yang dipasang akan membaca SMS masuk — termasuk kode OTP — dan menguras rekening atau dompet digital. Tautan palsu mengumpulkan nomor kartu, PIN, dan OTP secara langsung.

Aturannya: jangan pernah memasang berkas APK yang dikirim lewat chat, apa pun namanya. Resi pengiriman selalu berupa nomor teks, bukan aplikasi. Dan tidak ada bank, marketplace, atau platform iklan yang pernah meminta OTP — termasuk kami. Kode OTP Iklano hanya dipakai di formulir pasang iklan di situs atau aplikasi kami sendiri; siapa pun yang memintanya lewat chat sedang mencoba mengambil alih sesuatu.

4. Iklan yang mencatut identitas orang lain

Foto diambil dari iklan lain atau dari akun media sosial orang yang tidak tahu apa-apa. Nama dan foto profil dipakai untuk membangun kepercayaan. Kadang pelaku bahkan menyalin seluruh isi iklan yang sah, lalu memasangnya kembali dengan nomor kontak berbeda dan harga sedikit lebih murah.

Cara memeriksanya: lakukan pencarian gambar terbalik pada foto utamanya. Kalau foto yang sama muncul di banyak iklan dengan lokasi dan nomor berbeda, atau muncul di situs luar negeri, itu foto curian. Minta juga foto tambahan yang spesifik — barangnya di samping secarik kertas bertuliskan tanggal hari ini. Pelaku yang tidak memegang barangnya tidak akan bisa memenuhinya.

5. Skema "kerja" yang meminta bayaran

Muncul di kategori lowongan kerja, dan menyasar orang yang paling butuh. Bentuknya: biaya pelatihan wajib, uang seragam, "deposit jaminan", biaya administrasi seleksi, atau pembelian paket produk sebagai syarat bergabung. Varian yang lebih baru adalah tugas berbayar kecil di awal — menyukai video, memberi ulasan — yang membangun kepercayaan sebelum korban diminta menyetor dana untuk "tugas dengan komisi lebih besar".

Aturannya mutlak: perusahaan membayar karyawan, bukan sebaliknya. Permintaan uang dalam bentuk apa pun, sebelum Anda menerima upah pertama, adalah penipuan. Tidak ada pengecualian yang perlu Anda pertimbangkan.

6. Penipuan pada penjual, bukan pembeli

Sering terlupakan, padahal sama umum. Seseorang menghubungi pemasang iklan, menyatakan berminat, lalu mengirim bukti transfer palsu — tangkapan layar yang diedit — dan meminta barang segera dikirim. Varian lain: "pembeli" mengirim uang lebih dari harga, lalu meminta kelebihannya dikembalikan, padahal transfer awalnya tidak pernah masuk atau akan ditarik kembali.

Aturannya: jangan pernah mempercayai tangkapan layar. Buka aplikasi bank Anda sendiri dan pastikan saldo benar-benar bertambah dan dananya sudah efektif, bukan sekadar "pending". Kalau ada permintaan pengembalian kelebihan, tunggu setidaknya beberapa hari kerja.

Empat aturan yang menutup hampir semuanya

  1. Bertemu langsung di tempat ramai, siang hari. Minimarket, pelataran kantor polisi, atau kantor kecamatan. Bawa teman. Periksa barang sebelum uang berpindah.
  2. Jangan mengirim uang ke orang yang belum pernah Anda temui. Kalau memang harus, pakai rekening bersama, dan pastikan nama rekening sama dengan nama penjual.
  3. Jangan memberikan kode OTP, PIN, atau memasang aplikasi dari chat. Tidak kepada siapa pun, tidak dengan alasan apa pun.
  4. Beri diri Anda satu malam. Hampir semua penipuan bergantung pada keputusan yang dibuat dalam sepuluh menit. Tekanan waktu itu sendiri adalah tandanya.

Kalau sudah terlanjur

Segera hubungi bank atau penyedia dompet digital Anda dan minta pemblokiran rekening tujuan — semakin cepat, semakin besar peluang dana tertahan. Laporkan nomor rekening dan nomor telepon pelaku ke kanal resmi pemerintah (cekrekening.id dan lapor.go.id), dan buat laporan polisi dengan membawa seluruh tangkapan layar percakapan serta bukti transfer. Nomor laporan itu yang akan diminta bank untuk menindak.

Di Iklano, setiap halaman iklan punya tombol laporan. Laporan yang masuk diperiksa moderator, dan iklan yang terbukti menipu kami turunkan beserta seluruh iklan lain dari nomor yang sama. Melaporkan tidak mengembalikan uang Anda, tetapi memperkecil kemungkinan orang berikutnya mengalami hal yang sama — dan laporan itu satu-satunya cara kami mengetahui pola yang belum kami kenali.

Panduan lainnya