Mengenali Lowongan Kerja Palsu di Iklan Baris
Diperbarui 23 September 2026 · 4 menit baca
Lowongan kerja palsu menyasar orang yang paling sulit menolak: yang sedang tidak punya penghasilan. Karena itu polanya selalu menawarkan sesuatu yang terasa terlalu baik, lalu meminta satu hal kecil sebagai syarat.
Aturan tunggal yang menutup sebagian besar kasus
Perusahaan membayar karyawan, bukan sebaliknya. Permintaan uang dalam bentuk apa pun sebelum Anda menerima upah pertama adalah penipuan. Ini berlaku untuk semuanya:
- biaya pelatihan atau sertifikasi wajib
- uang seragam, ID card, atau perlengkapan kerja
- "deposit jaminan" yang katanya dikembalikan setelah masa percobaan
- biaya administrasi seleksi atau psikotes
- pembelian paket produk sebagai syarat bergabung
- biaya tiket dan penginapan untuk wawancara di luar kota yang "nanti diganti"
Yang terakhir itu paling sering berhasil karena terdengar profesional. Perusahaan yang benar-benar memanggil kandidat dari luar kota memesan dan membayar langsung, bukan meminta pelamar menalangi lewat agen perjalanan tertentu.
Tanda-tanda lain yang layak dicurigai
Gaji yang tidak sepadan dengan syaratnya. "Tanpa pengalaman, tanpa ijazah, gaji delapan juta, kerja dari rumah." Bandingkan dengan lowongan sejenis. Kalau satu iklan berada jauh di atas semuanya tanpa alasan yang jelas, yang perlu dicari bukan alasannya melainkan maksudnya.
Diterima tanpa proses. Pesan "Selamat, Anda diterima" untuk posisi yang tidak pernah Anda lamar, atau setelah wawancara lima menit lewat chat. Perusahaan yang serius mengeluarkan biaya untuk merekrut dan tidak membagikan tawaran kerja secara massal.
Deskripsi pekerjaan yang kabur. "Admin", "staf", "mitra", "crew" tanpa penjelasan tugas harian. Semakin sedikit yang bisa mereka jelaskan tentang pekerjaannya, semakin besar kemungkinan pekerjaan itu tidak ada.
Komunikasi lewat kanal pribadi saja. Nomor WhatsApp tanpa profil bisnis, alamat email gratisan alih-alih domain perusahaan, dan perekrut yang menolak panggilan suara. Untuk iklan baris, nomor pribadi memang wajar pada usaha kecil — tapi kombinasinya dengan poin-poin lain di daftar ini tidak.
Dokumen dengan kop perusahaan besar tapi penuh kesalahan. Surat panggilan dengan logo yang buram, nama perusahaan yang ejaannya sedikit berbeda dari aslinya, atau tata bahasa yang tidak konsisten. Pelaku menyalin format dari surat asli dan mengganti isinya.
Permintaan dokumen yang tidak relevan di tahap awal. Foto KTP dan Kartu Keluarga, foto selfie memegang KTP, nomor rekening, atau salinan buku tabungan sebelum ada kontrak kerja. Data ini dipakai untuk pinjaman daring atas nama Anda. Perusahaan meminta data itu setelah Anda diterima, di kantor, untuk keperluan penggajian dan BPJS — bukan lewat chat di tahap pelamaran.
Ijazah asli sebagai "jaminan". Menahan ijazah asli karyawan adalah praktik yang tidak berdasar hukum. Jangan pernah menyerahkannya.
Varian yang lebih baru
Tugas berbayar kecil. Anda diminta menyukai video, memberi ulasan, atau "menyelesaikan pesanan", lalu benar-benar dibayar sedikit. Setelah percaya, Anda diminta menyetor dana untuk mengakses "tugas dengan komisi lebih besar" — dan dana itu tidak pernah kembali. Bayaran kecil di awal adalah biaya yang sengaja dikeluarkan pelaku untuk membangun kepercayaan.
Kerja di luar negeri lewat perantara perorangan. Penempatan pekerja migran hanya boleh dilakukan lembaga berizin. Tawaran lewat perorangan yang meminta biaya tunai, memberangkatkan dengan visa kunjungan, atau menahan paspor adalah jalur yang membuat Anda tidak terlindungi di negara tujuan — dan dalam beberapa kasus berujung pada perdagangan orang.
Ditawari posisi setelah mengunggah CV. CV yang diunggah ke situs lowongan publik bisa diambil siapa saja. Pesan yang datang tiba-tiba dengan menyebut nama dan riwayat Anda tidak membuktikan bahwa pengirimnya perusahaan sungguhan.
Cara memverifikasi, sebelum berangkat
- Cari nama perusahaannya, digabung dengan kata "penipuan" atau "review karyawan". Kalau sudah pernah dilaporkan, hasilnya biasanya muncul di halaman pertama.
- Cek keberadaan badan hukumnya. Nama perusahaan yang sah bisa ditelusuri di sistem informasi badan hukum Kementerian Hukum. Perusahaan tanpa jejak legal apa pun untuk posisi bergaji tinggi patut dipertanyakan.
- Cocokkan alamat kantornya di peta dan lihat foto jalanannya. Alamat yang ternyata rumah tinggal atau ruko kosong tidak otomatis berarti penipuan — banyak usaha kecil begitu — tetapi harus cocok dengan skala perusahaan yang mereka klaim.
- Hubungi lewat nomor resmi di situs perusahaan, bukan nomor di iklan, dan tanyakan apakah lowongan itu benar ada. Ini langkah yang paling cepat membongkar pencatutan nama perusahaan besar.
- Datang wawancara di jam kerja, di alamat kantor. Wawancara di kafe, di kamar hotel, atau malam hari bukan praktik perusahaan yang normal. Beri tahu seseorang ke mana Anda pergi.
Kalau sudah terlanjur membayar
Hubungi bank untuk melaporkan rekening tujuan, laporkan nomor rekening dan nomor telepon pelaku ke cekrekening.id dan lapor.go.id, lalu buat laporan polisi dengan seluruh bukti percakapan dan transfer. Kalau data pribadi Anda ikut diberikan, pantau riwayat kredit Anda lewat layanan SLIK OJK untuk memastikan tidak ada pinjaman yang dibuat atas nama Anda.
Yang kami lakukan di Iklano
Setiap iklan lowongan diperiksa moderator sebelum tayang, dan iklan yang menyebut biaya apa pun kepada pelamar kami tolak. Pemeriksaan itu tidak sempurna — kami tidak bisa memverifikasi keberadaan setiap perusahaan — jadi tombol laporan di setiap halaman iklan adalah bagian penting dari prosesnya. Satu laporan yang terbukti membuat seluruh iklan dari nomor yang sama kami turunkan.